PRABUMULIH, RUBRIKTERKINI — Aksi tidak terpuji oknum yang mengaku sebagai wartawan dari sebuah media konvensional tengah mencuat di Kota Prabumulih. Oknum tersebut dilaporkan melakukan tindakan pemerasan dengan cara memaksa meminta sejumlah uang kepada sejumlah pejabat kecamatan, Sabtu (14/2/2026).
Tindakan ini memicu kegaduhan di kalangan Camat di lingkungan Pemerintah Kota Prabumulih karena gaya komunikasi pelaku yang dianggap mengganggu dan mengancam.
Camat Prabumulih Timur, Reki Saputra, SH., M.Si., mengaku menjadi salah satu sasaran oknum tersebut. Ia menjelaskan bahwa pelaku berulang kali menghubunginya menggunakan identitas media Tribunsumsel.com padahal bukan wartawan media tersebut.
"Awalnya dia menelepon, lalu langsung mengirim pesan singkat (WhatsApp). Modusnya meminta bantuan uang untuk biaya kematian orang tuanya," ujar Reki.
Meski tidak ditanggapi, oknum tersebut terus meneror dengan mengirimkan pesan melalui berbagai nomor telepon yang berbeda. Tak lama kemudian, pelaku juga mengirimkan nomor rekening atas nama Risky Riana untuk meminta di transfer.
Menanggapi pencatutan nama institusi pers tersebut, media ini mencoba mengonfirmasi pihak media yang bersangkutan melalui wartawan resminya di kota Prabumulih yakni Edison.
Edison memastikan bahwa oknum tersebut bukanlah bagian dari perusahaan media Tribunsumsel.com baik wartawan maupun karyawan.
Edison menegaskan bahwa dirinya tidak menggunakan nomor WhatsApp yang digunakan pelaku dan nomor itu bukanlah nomor resmi kantor atau wartawan mereka.
"Bukan orang kantor kita itu, kalau nomor WA kita yang ini dan tidak pernah meminta duit seperti itu apa lagi memaksa seperti isi chat itu," ungkapnya.
Edison enegaskan bahwa wartawan asli tidak dibenarkan meminta-minta uang kepada narasumber dengan dalih apa pun. "Untuk Kawan-kawan sejawat dan pejabat publik waspada terhadap oknum yang menjual nama media Tribunsumsel untuk kepentingan pribadinya. Jika ada yang mengatasnamakan bisa dikonfirmasi langsung ke saya," pungkasnya.
Editor:Heru


Tidak ada komentar:
Posting Komentar