PRABUMULIH, RUBRIKTERKINI — Rencana pelaksanaan Survei Seismik 3D Amanah di Kota Prabumulih, Sumatera Selatan, yang disebut menjadi bagian dari program strategis nasional untuk mencari cadangan minyak dan gas bumi (migas) baru, menuai penolakan dari sejumlah masyarakat.
Penolakan tersebut terlihat dari berbagai komentar warga di sejumlah pemberitaan mengenai sosialisasi Survei Seismik 3D Amanah. Warganet menyampaikan protes, kekecewaan, hingga meminta agar persoalan yang muncul dari kegiatan seismik sebelumnya diselesaikan terlebih dahulu sebelum kegiatan baru dilaksanakan.
Sejumlah warga mengaku masih mengingat persoalan yang terjadi saat kegiatan eksplorasi seismik sebelumnya. Mereka menyoroti dugaan belum tuntasnya pembayaran kompensasi, kerusakan sumur bor, rumah warga yang mengalami keretakan, hingga persoalan pendataan dan ganti rugi lahan maupun tanaman.
"Kami sangat menolak," tulis Indra Gunawan Arlindra dalam kolom komentar. Ia menilai kerugian yang dialami masyarakat tidak sebanding dengan kompensasi yang diterima.
Komentar serupa disampaikan Darto Mat. Ia meminta persoalan lama diselesaikan terlebih dahulu dan mengaku sumur bornya mengalami kerusakan akibat kegiatan seismik sebelumnya.
"Sampai sekarang sumur bor saya rusak akibat kegiatan seismik sebelumnya dan belum ada penyelesaian," tulisnya.
Sementara itu, Noverli Noverli mengaku masih terdapat kompensasi dari kegiatan seismik pada 2021 yang belum diterimanya. Albani Nje juga mempertanyakan pembayaran ganti rugi tanaman yang disebut belum kunjung diselesaikan.
Keluhan lain datang dari Erni Bhunda Iqbal Erni. Ia mengaku kegiatan seismik sebelumnya berdampak terhadap sumur bor miliknya dan menyebabkan dinding rumah mengalami keretakan.
Adapun Chairil Anwar meminta agar jalur survei nantinya tidak terlalu dekat dengan kawasan permukiman. Kekhawatiran tersebut muncul karena warga tidak ingin persoalan serupa kembali terjadi.
Penolakan terhadap rencana Survei Seismik 3D Amanah tidak dapat dilepaskan dari persoalan kegiatan Eksplorasi Seismik 3D Chrysant yang sebelumnya dilaksanakan di wilayah Prabumulih.
Pada kegiatan tersebut, persoalan mengenai belum sepenuhnya terealisasinya ganti rugi lahan dan rumah warga yang mengalami keretakan sempat menjadi polemik di tengah masyarakat.
Kegiatan Eksplorasi Seismik 3D Chrysant diketahui dikerjakan oleh subkontraktor PT Bureau Geophysical Prospecting (BGP). Persoalan tersebut bahkan sempat mendorong masyarakat terdampak untuk menyampaikan aspirasi secara langsung.
Berdasarkan pemberitaan sebelumnya, pada 2021 ratusan warga dari empat kelurahan di Prabumulih berencana menggelar aksi damai di halaman kantor PT Pertamina Hulu Rokan Zona 4 Prabumulih. Aksi tersebut berkaitan dengan tuntutan penyelesaian ganti rugi dan persoalan dampak kegiatan eksplorasi seismik yang dirasakan masyarakat.
Kondisi tersebut kini kembali menjadi sorotan setelah rencana pelaksanaan Survei Seismik 3D Amanah mencuat.
Bagi sebagian masyarakat, penyelesaian persoalan kegiatan sebelumnya menjadi hal penting sebelum kegiatan eksplorasi baru dilaksanakan. Mereka berharap tidak ada lagi warga yang harus menunggu bertahun-tahun untuk mendapatkan kepastian mengenai kompensasi maupun kerusakan yang mereka klaim timbul akibat kegiatan seismik.
Di sisi lain, pemerintah bersama Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menjelaskan bahwa Survei Seismik 3D Amanah merupakan bagian dari program strategis nasional.
Survei tersebut bertujuan memperoleh gambaran kondisi bawah permukaan bumi sebagai bagian dari upaya menemukan potensi cadangan migas baru.
Wilayah survei mencakup sekitar 70 kilometer persegi. Dari luasan tersebut, sekitar 57 kilometer persegi berada di Kota Prabumulih, meliputi Kecamatan Cambai dan Kecamatan Prabumulih Timur.
Pelaksanaan survei dijadwalkan berlangsung pada kuartal III hingga kuartal IV 2026.
Program tersebut juga disebut mendukung target nasional peningkatan produksi migas, termasuk target produksi minyak 1 juta barel per hari dan gas 12 miliar standar kaki kubik per hari.
Namun, bagi masyarakat yang masih merasa memiliki persoalan dari kegiatan seismik sebelumnya, rencana tersebut tidak cukup hanya dijelaskan dari sisi kepentingan strategis nasional.
Mereka meminta adanya kepastian penyelesaian terhadap hak-hak masyarakat terdampak serta mekanisme pengaduan yang jelas apabila kegiatan baru menimbulkan kerusakan atau dampak terhadap aset warga.
Dengan demikian, keberhasilan Survei Seismik 3D Amanah di Prabumulih tidak hanya bergantung pada tujuan pencarian cadangan migas baru, tetapi juga pada kemampuan pelaksana dan pihak terkait membangun kepercayaan masyarakat serta memastikan persoalan kegiatan sebelumnya tidak kembali terulang.
Editor:Heru


Tidak ada komentar:
Posting Komentar