kecil tepat pada Jumat (20/2/2026). Ia kini sudah bisa kembali aktif bergerak usai menjalani serangkaian tindakan medis yang sangat kompleks.
Pada Rabu, 18 Februari 2026, Ub menjalani operasi kedelapan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta. Operasi besar ini berfokus pada pemotongan tulang panggul guna memperbaiki kelainan pertumbuhan alat vital yang dideritanya sejak bayi.
Tindakan medis ini bukan perkara mudah. Tim dokter spesialis bekerja ekstra keras dari pukul 08.00 WIB hingga 20.00 WIB. Luar biasanya, hanya berselang dua hari pasca-operasi maraton tersebut, Ub langsung menunjukkan progres signifikan. Begitu alat bantu (pen) dilepas, balita tangguh ini langsung kembali ke "mode aktif" layaknya anak-anak seusianya.
Kondisi medis yang dialami Ub ternyata bukan kasus biasa. Ibu kandung Ub mengungkapkan bahwa sang anak merupakan bagian dari catatan medis langka di tanah air.
"Ub ini masih dalam tahap observasi dokter karena kasusnya sangat langka. Di Indonesia hanya ditemukan 14 kasus, dan Ub adalah kasus ke-13. Bahkan, di antara semuanya, Ub adalah yang paling kecil usianya," jelas sang Ibu.
Observasi jangka panjang terus dilakukan untuk memantau fungsi organ vital Ub hingga ia dewasa nanti. "Dokter terus memantau perkembangannya untuk melihat apakah alat kelaminnya bisa berfungsi normal saat besar nanti. Kami hanya bisa terus berdoa dan optimis," tambahnya dengan nada haru.
Keberhasilan Ub menjangkau pengobatan di RSCM Jakarta tak lepas dari bantuan Ketua TP PKK Kota Prabumulih, Hj Linda Apriana Arlan. Sejak September 2025, sosok yang akrab disapa Ibu Walikota ini telah meringankan biaya pemberangkatan dan operasional keluarga.
Rahmat, ayah Ub, menyampaikan rasa terima kasihnya yang mendalam."Berkat bantuan Ibu Hj Linda Arlan, Ub bisa mendapatkan penanganan medis terbaik. Kami sangat bersyukur atas perhatian beliau," ungkap Rahmat.
Mendengar kabar kesembuhan ini, Hj Linda Arlan memberikan pesan menyentuh."Masya Allah, Alhamdulillah. Dengan semangat dan keyakinan luar biasa dari keluarga, akhirnya anak kita Ub bisa sehat dan aktif kembali," tutur Hj Linda.
Meski operasi berjalan sukses, perjuangan keluarga belum berakhir. Saat ini, beban berat berpindah pada biaya penebusan obat-obatan pasca-operasi yang tidak murah dan harus dilakukan secara rutin.
Pihak keluarga sangat mengharapkan bantuan dari para dermawan dan masyarakat luas untuk membantu meringankan biaya pengobatan agar proses pemulihan Ub tidak terhenti di tengah jalan akibat kendala finansial.
Editor:Heru


Tidak ada komentar:
Posting Komentar