Header Ads

Tunggakan Pelanggan PLN Masih Rp 7 Miliar Lebih


Prabumulih, RT – Minimnya kesadaran masyarakat selaku pelanggan Perusahaan Listrik Negara (PLN) membayar tagihan listrik, membuat nilai tagihan listrik masih tinggi, tercatat di pertengahan desember ini, jumlah tunggakan masih diatas nilai Rp 7 miliar, hal itu tentunya membuata PLN Cang Prabumulih, harus bekerja keras dalam melakukan penagihan listrik.

Padahal pihak PLN, sudah melakukan berbagai cara, agar masyarakat penunggak tagihan listrik, untuk sadar membayar kewajibannya. “Sebenarnya tunggakan sudah jauh mengalami penurunan, dari total jumlah tunggakan listrik sebesar Rp 17 miliar, sudah jauh menurun dan tersisa Rp 7 miliar lagi.” kata Alveri, selaku Manager PLN cabang Prabumulih, pekan lalu.

Diterangkan Alveri, masyarakat yang menunggak bayar listrik, banyak berasal dari pelanggan rumah tangga di desa atau rumahnya jauh dari pusat kota. "Tunggakannya bervariasi, ada hanya satu bulan hingga 3 bulan, nah kepada mereka yang menunggak itu, sudah dikasih peringatan atau ancaman pemutusan sementara.” bebernya.

Untuk mengurangi jumlah tunggakan listrik tersebut, pihaknya terus rutin melakukan penagihan ke rumah – rumah. “Petugas kita, terus diterjunkan langsung untuk melakukan penagihan door to door, dan cara itu terbukti efektif, karena banyak warga yang membayar, pada saat dilakukan penagihan langsung tersebut.” tandasnya.

Selain itu, disampaikan juga kepada warga yang menunggak bayar listrik itu, langsung ditawari untuk mengganti meteran (kwh) listriknya, dari sistem pasca bayar ke system token. “Setelah ditagih dan mereka melunasi, kita sarankan untuk ganti meteran listriknya, dengan harapan tunggakan listrik berkurang, dikarenakan warga baru dapat menikmati aliran listrik, bila membeli tokennya dahulu.” tambahnya.

Sementara itu, Achmadi (38) warga Kelurahan Payuputat, menjelaskan bahwa dirinya lebih memilih memasang listrik dengan sistem token. “Ada mamfaat yang lain dengan beli listrik pakai pulsa, rasanya dapat terhindar dari kecurangan petugas pencatat listrik, selain itu kita bisa hemat, karena listrik digunakan sesuai pulsa yang kita beli.” pungkasnya. (01).
Diberdayakan oleh Blogger.