12/05/26

Keluhan Bau Limbah SPPG Muntang Tapus Kembali Mencuat, Warga Sidomulyo Minta Penanganan Serius


PRABUMULIH, RUBRIKTERKINI — Keluhan terkait bau limbah dari SPPG Muntang Tapus kembali mencuat. Warga Kelurahan Sidomulyo, Kecamatan Prabumulih Utara, mengaku terganggu dengan aroma tidak sedap yang diduga berasal dari instalasi pengolahan air limbah (IPAL) milik SPPG yang berada di kawasan perbatasan Kelurahan Muntang Tapus dan Sidomulyo.


Seorang warga yang enggan disebutkan namanya menuturkan, bau menyengat tersebut paling terasa pada pagi hari dan dinilai sangat mengganggu aktivitas masyarakat.


“Kami warga Sidomulyo ini sering mengeluh, apalagi kalau pagi hari. Bau limbah dari SPPG itu sangat menyengat, seperti bau sampah,” ujarnya kepada media ini, Selasa (12/5/2026).


Menurutnya, kondisi tersebut bukan kali pertama terjadi. Warga mengaku sudah cukup lama merasakan dampak bau limbah tersebut, namun hingga kini belum ada penanganan yang dirasakan secara nyata.


Menindaklanjuti keluhan itu, tim media melakukan penelusuran langsung ke lokasi serta menghimpun keterangan dari pihak terkait.


Lurah Sidomulyo, Gerra Orlando Poetra, membenarkan bahwa laporan serupa pernah disampaikan warga sebelumnya.


“Memang tahun lalu sudah pernah ada keluhan seperti ini. Namun, untuk tindak lanjutnya kami belum menerima laporan detail apakah IPAL tersebut sudah diperbaiki atau belum. Yang jelas, secara administratif lokasi SPPG itu masuk wilayah Kelurahan Sidomulyo, bukan Muntang Tapus. Namun, karena posisinya di perbatasan, dampaknya juga dirasakan warga sekitar,” jelasnya.


Ia menambahkan, pihak kelurahan siap menindaklanjuti kembali laporan tersebut dengan berkoordinasi bersama instansi terkait, termasuk Dinas Lingkungan Hidup, guna memastikan fungsi IPAL berjalan optimal.


Permasalahan ini menjadi perhatian serius mengingat potensi dampaknya terhadap kesehatan dan kenyamanan masyarakat. Paparan bau limbah secara terus-menerus dikhawatirkan dapat memicu gangguan pernapasan, terutama bagi anak-anak dan lansia.


Warga pun berharap Pemerintah Kota Prabumulih melalui dinas terkait dapat segera turun tangan melakukan pengecekan langsung ke lokasi serta memberikan solusi konkret agar persoalan ini tidak berlarut-larut.


Sementara itu, Kepala SPPG Muntang Tapus, Intan Yusrizal, menjelaskan bahwa pihaknya telah memiliki sistem penyaringan limbah sendiri melalui IPAL. Ia juga menegaskan bahwa pengelolaan sampah dilakukan secara rutin dan tidak dibuang sembarangan.


“IPAL kami sudah dilengkapi dengan sistem penyaringan. Untuk sampah, kami tidak pernah menumpuk atau membuang sembarangan. Kami bekerja sama dengan TPA, dengan pengangkutan sampah dilakukan dua hingga tiga kali setiap hari,” ujarnya.


Terkait keluhan warga, pihak SPPG membuka ruang komunikasi dan mengajak masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara langsung.


“Kami mengimbau warga yang ingin menyampaikan keluhan agar dapat datang langsung ke dapur SPPG, atau melalui Ketua RT maupun Babinsa setempat. Kami ingin permasalahan ini diselesaikan melalui musyawarah dan silaturahmi,” pungkasnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar