Header Ads

Lanud Palembang Dukung Pembangunan Sumsel

Palembang, RT - Keberadaan Pangkalan Udara (Lanud) di Kota Palembang, tentunya sangat penting bagi kemajuan Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) terutama dalam gerak pembangunan lewat berbagai program yang dicanangkan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel.

Hal itu karena, dengan adanya lanud di Palembang,  menjadi salah satu akses perhubungan dengan dunia luar baik melalui darat, laut dan udara, "Lewat Lanud di Palembang, berbagai program untuk kemajuan Sumsel, jauh lebih mudah dan sukses, seperti pemantauan terhadap bahaya Karhutla dan bencana alam lainnya," kata Gubernur Sumsel, Ir Alex Noerdin, SH, saat menghadiri upacara peresmian perubahan nama Pangkalan TNI Angkatan Udara Palembang, di Mako Lanud Sri Mulyono Herlambang Palembang, (9/11).

Pangkalan TNI Angkatan Udara Palembang saat ini, resmi berganti nama dari Lanud Talang Betutu menjadi Pangkalan TNI Angkatan Udara Sri Mulyono Herlambang, pergantian nama lanud tersebut didasarkan pada surat keputusan Kepala Staf Angkatan Udara Nomor/678/X/2016 tanggal 21 Oktober 2016, yang menerangkan pergantian nama lanud di 7 daerah, "Selain Kota Palembang, ada 6 daerah lain nama lanud mengalami pergantian nama yakni ada di  Lampung, Padang, Tanjung Pinang, Ranai, Wirasaba Jawa Tengah, dan Singkawang II, perbatasan antara Malaysia dengan Kalimantan, adapun nama diambil dari beberapa nama Pahlawan Nasional, dan juga beberapa nama pejabat atau sesepuh dari Angkatan Udara," ujar Panglima Komando Operasi Angkatan Udara (Pangkoopsau) I, Marsekal Muda TNI Yuyu Sutisna, SE, MM, didampingi oleh Komandan Lanud Sri Mulyono Herlambang Palembang, Kolonel Pnb Ronald Siregar, seusai peresmian nama tersebut.

Diterangkannya, dengan pergantian nama Lanud ini diharapkan dapat memberikan kebanggaan serta semangat juang kepada daerah dan warga Angkatan Udara agar bisa berbuat lebih baik lagi kedepan, "Sosok seperti  Sri Mulyono Herlambang yang merupakan seorang Pahlawan Besar TNI AU, beliau juga pernah menjadi Kepala Staf Angkatan Udara ke-3 yang menjabat dari tahun 1965 sampai 1966, dengan pendidikan penerbang di Amerika Serikat. Dia merupakan penerbang handal yang mampu menerbangkan pesawat tempur canggih dimasanya yakni SAA7, sekaligus menjadi penerbang andalan pesawat kepresidenan," bebernya.

Dia juga mengharapkan agar pergantian nama dapat diterima oleh seluruh komponen masyarakat Kota Palembang, selain itu, dapat pula menjadi motivasi bagi Lanud Sri Mulyono Herlambang, agar lebih baik lagi, "Lanud Sri Mulyono Herlambang sendiri, beberapa bulan lalu, naik status ke tipe B, yang komandannya berpangkat letkol menjadi Kolonel," pungkasnya seraya pula menyatakan, sampai saat ini belum ada rencana penempatan pesawat secara menetap di Lanud Sri Mulyono Herlambang ini karena masih bisa dicover baik dari Lanud di Pekanbaru, Pontianak dan Jakarta.

Dalam kesempatan ini dilakukan juga penandatanganan pernyataan kebersediaan ahli waris, yang diwakili adik kandung dari Sri Mulyono Herlambang atas dijadikannya sebagai nama Lanud Palembang, hadir dalam kesempatan ini, Kapolda Sumsel Irjen Pol Djoko Prastowo, Kasdam II Sriwijaya Brigjen TNI Marga Taufik, serta Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sumsel Nasrun Umar. (03).
Diberdayakan oleh Blogger.