30/04/26

Warga Desa Karya Mulia Keluhkan Kualitas Proyek Drainase CV Jaya Carnez Abadi


PRABUMULIH, RUBRIKTERKINI — Masyarakat Desa Karya Mulia, Kecamatan Rambang Kapak Tengah, Kota Prabumulih, mengeluhkan kualitas pembangunan drainase yang tengah dilaksanakan di wilayah mereka. Proyek tersebut dikerjakan oleh CV. Jaya Carnez Abadi dengan pagu anggaran sebesar Rp179.800.000 yang bersumber dari APBD Kota Prabumulih tahun anggaran 2026.


Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, proyek pembangunan drainase ini memiliki masa pengerjaan selama 120 hari kalender. Namun demikian, di tengah proses hingga pasca pengerjaan, sejumlah warga mulai menyampaikan kekecewaan dan kekhawatiran terhadap kualitas konstruksi yang dinilai tidak sesuai harapan.


Warga menduga kuat bahwa pembangunan drainase tersebut tidak menggunakan rangka besi atau tulangan sebagai penguat struktur, khususnya pada bagian-bagian vital seperti penutup drainase dan jembatan kecil yang kerap dilalui kendaraan. Kondisi ini dinilai berpotensi mengurangi daya tahan bangunan dalam jangka panjang.


Jaka, salah satu warga Desa Karya Mulia, mengungkapkan bahwa dirinya bersama beberapa warga lain telah berinisiatif menyampaikan teguran dan masukan secara langsung kepada pihak pelaksana proyek di lapangan. Ia menekankan pentingnya penggunaan material yang sesuai standar, terutama pada bagian yang menjadi titik beban.


“Kami sudah menyampaikan ke pihak pekerja di lapangan agar menggunakan besi sebagai penguat, terutama di bagian jembatan yang setiap hari dilintasi kendaraan roda dua maupun roda empat. Kalau hanya menggunakan coran semen tanpa tulangan besi, kami sangat khawatir bangunan ini tidak akan bertahan lama,” ujar Jaka kepada media, Kamis (30/4/2026).


Menurutnya, pembangunan infrastruktur yang menggunakan anggaran negara seharusnya mengedepankan kualitas dan ketahanan, sehingga dapat dimanfaatkan masyarakat dalam jangka waktu panjang. Ia juga menyayangkan jika dana yang cukup besar tersebut tidak diimbangi dengan hasil pekerjaan yang maksimal.


“Ini menggunakan uang negara, jadi harusnya dikerjakan dengan sebaik mungkin. Jangan sampai baru beberapa bulan sudah rusak. Itu sangat disayangkan,” tambahnya.


Keluhan serupa juga disampaikan oleh warga lainnya yang enggan disebutkan namanya. Ia menilai bahwa ketiadaan struktur besi dalam pembangunan drainase merupakan hal yang tidak lazim, terlebih proyek tersebut bersumber dari APBD.


Warga khawatir, apabila kondisi ini dibiarkan, maka drainase akan rentan mengalami keretakan bahkan kerusakan, terutama saat musim hujan dengan debit air yang tinggi atau ketika mendapat tekanan beban dari kendaraan yang melintas di atasnya.


“Pekerjaan ini sebenarnya sudah selesai. Kemarin pihak dari Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Prabumulih juga sudah turun ke lokasi untuk melakukan survei. Namun yang kami lihat, hanya bagian yang disurvei saja yang kemudian dipasang besi. Sementara untuk bagian yang sudah lebih dulu dikerjakan, tetap tidak menggunakan besi,” jelasnya.


Masyarakat berharap agar instansi terkait dapat melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proyek tersebut, termasuk meninjau kembali kualitas pekerjaan yang telah dilaksanakan. Warga juga meminta adanya pengawasan yang lebih ketat agar setiap pembangunan yang menggunakan anggaran pemerintah benar-benar sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.


Selain itu, warga Desa Karya Mulia juga berharap adanya transparansi dari pihak pelaksana maupun dinas terkait mengenai standar pekerjaan yang digunakan, sehingga tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.


Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak CV. Kaya Carnez Abadi maupun Dinas Perkim Kota Prabumulih terkait dugaan tersebut.


Editor: Heru

Tidak ada komentar:

Posting Komentar