Header Ads

Harga Daging Mulai Naik Lagi


Prabumulih, RT – Setelah sebelumnya, sempat menyentuh di kisaran harga Rp 100 perkilo, kini harga daging mulai naik lagi ke harga Rp 110 ribu – Rp 120 ribu perkilonya, hal itu diutarakan oleh Suryati (46) salah seorang penjual daging di pasar inpres Kota Prabumulih, (6/3).

Menurutnya, kenaikan harga daging sudah berlangsung dua bulan belakangan ini, naiknya berkisar harga Rp 10 ribu keatasa perkilonya. “Kalo jual Rp 100 ribu perkilo, kita tak bisa jual lagi senilai itu, modalnya saja, melebihi itu, jadi paling murah kita jual seharga Rp 110 ribu, sedangkan harga tulang kita jual Rp 60 ribu,” katanya pada wartawan.

Ditanyakan mengenai penyebab kenaikkannya, dirinya berujar, dikarenakan oleh terbatasnya jumlah sapi di wilayah Kota Prabumulih, hal itu jelas sangat mempengaruhi jumlah pasokan daging sapi di pasaran. “Kaula kita potong sapi cuma seekor, itupun berbagi dengan pedagang lainnya supaya cepat habis terjual,” bebernya.

Selain itu, untuk mengurangi beban biaya operasional, dirinya dan pedagang yang lain, sudah lama tidak melakukan pemotngan sapi di rumah pemotongan hewan (RPH) Sungai Medang. ‘Banyak yang kita pertimbangan untuk memotong sapi sendiri, mulai dari biaya angkut, efesiensi waktu pengangkutannya, jadinya sudah 3 tahun belakangan kita tak potong sapi di RPH Lagi,” tandasnya.

Hal senada juga diutarakan oleh Andi (37), salah seorang pedagang daging di pasar inpres lainnya, bahwa penjualan sapi belum terpengaruh dengan kenaikan harga karet, karena itu, kalau tidak ada pelanggan tetap, maka menjual daging sangatlah susah. “Mulai banyak permintaan daging kalau akhir pecan, karena banyak yang sedekahan, puncaknya menjelang hari raya keagamaan, sementara hari biasa masih cenderung stabil penjualannya,” pungkasnya. (01).
Diberdayakan oleh Blogger.