Header Ads

Keuangan Baznas Diaudit Pertriwulan

Prabumulih, RT – Besarnya dana yang dikelola oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Prabumulih terutama dari infak dan sodaqoh yang mencapai lebih dari Rp 300 jutaan setiap bulannya selalu dilakukan proses audit dan evaluasi setiap pertriwulan (3 Bulan) sekali, karena para pihak penyumbang dana ke Baznas tidak perlu mengkhwatirkan mengenai pengelolaan keuangan Baznas karena dilakukan secara transparans demikian diungkapkan oleh Walikota Prabumulih Ir H Ridho Yahya MM, (14/3).

Dikatakannya, pengelolaan transparans tersebut diikuti dengan kegiatan baznas yang setiap 3 bulan selalu melaporkan hasilnya secara terbuka, “Setiap 3 bulan selalu dilakukan pembagian kunci rumah yang dibangun, pembagian kaki dan tangan palsu serta lainnya yang biayanya kalau ditotalkan bisa mencapai sesuai yang didapat oleh Baznas, lagipula sebelum itu kita juga yang melakukan audit dan evaluasinya juga pertriwulan, jadi saya piker pengelolaan keuangan baznas sudah sangat transparan,” katanya. 

Diterangkannya pula, oleh hal itul pula, pihaknya mengajak masyarakat untuk rutin membayar infak, zakat atau sodaqohnya, karena lewat program yang dilakukan oleh Baznas, banyak warga yang kurang mampu dapat dibantu, “Program bisa dilihat sendiri, seperti program bangun rumah sudah ratusan rumah tak layak huni yang dibangun ulang, yang mana per RTLH yang dibangun ulang menghabiskan dana senilai Rp 25 – 30 juta, dan setiap bulannya ada 10 unit yang dibangun ulang,” ujarnya.

Ditambahkannya pula hal itu belum pula dengan bantuan yang lain seperti kaki dan tangan palsu, “Kalau satu kaki palsu yang sering dibantu baznas itu senilai Rp 18 – 30 jutaan, ditambah beasiswa serta bantuan bagi siswa dari kalangan warga kurang mampu serta bantuan bagi anak – anak yatim,” bebernya.

Ridho juga menyampaikan dana yang dikelola oleh Baznas tidak digunakan untuk operasional Baznas, karena sudah dianggarkan lewat APBD setiap tahunnya, “Khusus operasional sama sekali tak gunakan dana bantuan tapi sudah kita nggarkan resmi lewat APBD, jadi seklai lagi tidak perlu khawatirkan pengelolaan keuangan oleh Baznas,” pungkasnya.(01).
Diberdayakan oleh Blogger.