MUARA ENIM, RUBRIKTERKINI – Pemerintah Kabupaten Muara Enim mendorong para orang tua semakin bijak menerapkan pola asuh digital atau digital parenting di tengah pesatnya perkembangan teknologi. Penggunaan gawai pada anak, khususnya balita, dinilai perlu mendapat perhatian agar tidak mengurangi interaksi langsung antara anak dan orang tua.
Hal tersebut disampaikan Plt Bupati Muara Enim, Ir. Hj. Sumarni, M.Si., saat menghadiri penyelenggaraan Lomba Balita Indonesia (LBI) di Balai Agung Serasan Sekundang (BASS), Kamis (9/7).
Sumarni mengatakan, orang tua memiliki peran penting dalam mengarahkan anak menghadapi perkembangan teknologi. Karena itu, penggunaan gawai perlu dibatasi dan diimbangi dengan interaksi langsung yang memberikan kasih sayang serta stimulasi yang sesuai dengan usia anak.
“Penggunaan gawai pada balita perlu dibatasi dan dialihkan pada interaksi langsung yang penuh kasih sayang. Ini penting untuk mengoptimalkan masa keemasan anak,” ujar Sumarni.
Menurutnya, stimulasi secara langsung melalui aktivitas fisik dan interaksi dengan lingkungan dapat membantu merangsang perkembangan anak sekaligus membangun fondasi karakter sejak usia dini.
Ia menilai investasi kesehatan dan tumbuh kembang anak merupakan bagian penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang sehat, berkualitas, dan produktif. Hal tersebut juga sejalan dengan visi strategis program MEMBARA (Muara Enim Bangkit, Rakyat Sejahtera, Maju Berkelanjutan).
“Investasi kesehatan sejak dini sangat penting untuk mencetak generasi masa depan yang tangguh, sehat, berkualitas, dan produktif,” katanya.
Sumarni juga menegaskan, LBI bukan semata-mata menjadi ajang kompetisi bagi anak, tetapi dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran orang tua mengenai pentingnya pemenuhan kebutuhan tumbuh kembang anak secara optimal.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Muara Enim, dr. Eni Zatila, MKM., mengatakan tumbuh kembang anak harus diperhatikan secara menyeluruh, baik dari aspek fisik maupun psikologis.
Menurut Eni, pola asuh yang tepat dan stimulasi yang memadai sangat dibutuhkan, terutama pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
“Pemenuhan kebutuhan tumbuh kembang anak harus menyentuh seluruh aspek secara seimbang, baik fisik maupun psikis. Karena itu, diperlukan pola asuh yang tepat dan stimulasi yang memadai dari orang tua,” jelas Eni.
Ia menambahkan, LBI tingkat Kabupaten Muara Enim tahun ini diikuti 48 balita finalis yang berasal dari 24 puskesmas di 22 kecamatan.
Para peserta terbagi dalam dua kategori usia, yakni 6–24 bulan dan 24–59 bulan.
Melalui kegiatan tersebut, Pemkab Muara Enim berharap perhatian terhadap kesehatan, pola asuh, serta tumbuh kembang anak semakin meningkat sehingga dapat menjadi investasi jangka panjang dalam membangun kualitas generasi penerus daerah.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar