11/08/26

Dorong UMKM Naik Kelas, Mahasiswa KKN UIN Raden Fatah Buat Logo hingga QRIS


PRABUMULIH, RUBRIKTERKINI — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 31 Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang Angkatan 85 mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kelurahan Gunung Ibul Utara, Kecamatan Prabumulih Timur, Kota Prabumulih, untuk beradaptasi dengan perkembangan ekonomi digital.


Program tersebut menjadi salah satu program kerja (proker) utama Kelompok 31 KKN yang mengusung tema “Pemberdayaan UMKM Melalui Digitalisasi Pemasaran dan Branding Produk Lokal di Kelurahan Gunung Ibul Utara.”


Kegiatan dilaksanakan pada Kamis, 6 Agustus 2026, dengan menyasar sejumlah pelaku UMKM yang dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan melalui pemanfaatan teknologi digital.


Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa membantu pelaku UMKM, di antaranya usaha bandrek bubuk milik Bu Erni, melalui pembuatan logo produk, pembuatan QRIS sebagai metode pembayaran non-tunai, serta pendampingan untuk memanfaatkan marketplace sebagai sarana pemasaran.


Selain itu, mahasiswa juga membantu sejumlah pelaku UMKM lainnya yang belum memiliki QRIS agar dapat menyediakan alternatif pembayaran digital bagi konsumennya.



Sekretaris I Kelompok 31 KKN UIN Raden Fatah Palembang, Nadya Citra Aulia, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya mahasiswa untuk membantu masyarakat dalam menghadapi perkembangan ekonomi digital.


“Kami tidak hanya menjalankan kegiatan sosial, tetapi juga berfokus pada program kerja utama yang sesuai dengan tema KKN, yaitu penanganan kemiskinan melalui ekonomi digital,” ujar Nadya, Selasa (11/8/2026).


Menurutnya, gagasan digitalisasi UMKM tersebut muncul setelah mahasiswa melakukan observasi langsung di lingkungan Kelurahan Gunung Ibul Utara.


Dari hasil observasi, mahasiswa menemukan sejumlah pelaku UMKM yang memiliki produk potensial, namun masih menghadapi keterbatasan dalam hal branding maupun pemanfaatan teknologi digital untuk pemasaran.


“Salah satu program kerja utama kami adalah membantu digitalisasi UMKM yang ada di Kelurahan Gunung Ibul Utara. Ide ini muncul setelah kami melakukan observasi dan melihat secara langsung bahwa beberapa pelaku UMKM memiliki produk yang berpotensi, tetapi masih memiliki keterbatasan dalam branding dan pemanfaatan teknologi digital,” jelasnya.



Nadya mengatakan, pendampingan dilakukan melalui beberapa bentuk digitalisasi, mulai dari pembuatan logo sebagai identitas produk, pembuatan QRIS untuk mempermudah transaksi, hingga pendampingan dalam memperkenalkan dan memasarkan produk melalui platform digital.


Ia berharap program tersebut tidak berhenti setelah masa KKN berakhir, tetapi dapat terus dimanfaatkan dan dikembangkan oleh para pelaku UMKM.


“Melalui program kerja utama ini, kami ingin mendorong UMKM agar lebih siap mengikuti perkembangan ekonomi digital, memiliki identitas produk yang lebih kuat, serta memiliki peluang lebih luas untuk menjangkau konsumen,” katanya.


Kegiatan KKN Kelompok 31 UIN Raden Fatah Palembang Angkatan 85 di Kelurahan Gunung Ibul Utara telah berlangsung selama kurang lebih satu bulan. Mahasiswa dijadwalkan mengakhiri pelaksanaan KKN pada 19 Agustus 2026.



Kelompok 31 UIN Raden Fatah berharap berbagai pendampingan yang telah diberikan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM di Kelurahan Gunung Ibul Utara.


“Harapan kami, apa yang telah kami berikan melalui program kerja utama ini dapat benar-benar dimanfaatkan dan memberikan manfaat bagi masyarakat Gunung Ibul Utara, khususnya para pelaku UMKM,” ujarnya.


Ia menambahkan, pembuatan logo, QRIS, serta pendampingan digital diharapkan tidak hanya digunakan selama mahasiswa menjalankan KKN, tetapi dapat menjadi langkah awal bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan kualitas branding, mempermudah transaksi, dan memperluas jangkauan pemasaran.


“Semoga langkah kecil yang kami lakukan dapat menjadi awal bagi UMKM untuk semakin berkembang, mandiri, dan mampu bersaing di era digital,” pungkasnya.


Editor:Heru 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar